Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar workshop dan training New Media online bagi 25 jurnalis se-Jawa Timur di Hotel Ollino Garden Kota Malang, Jumat (25/1/2013). Para jurnalis itu berasal dari Kota Malang, Surabaya, Jember, dan Kediri.

AJI Tingkatkan Ilmu Media Online di Jatim

SURYA Online, MALANG -  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar workshop dan training New Media online bagi 25 jurnalis se-Jawa Timur di Hotel Ollino Garden Kota Malang, Jumat (25/1/2013). Para jurnalis itu berasal dari Kota Malang, Surabaya, Jember, dan Kediri.

Panitia menghadirkan beberapa praktisi media online. Seperti, Pemred merdeka.com Didik Supriyanto, Redaktur Pelaksana Managing Editor vivanews.com sekaligus Sekjen AJI Indonesia Suwarjono, serta Redaktur Sindo Weekly Asep Saefullah.  

Para peserta workshop dan training mendapatkan banyak gambaran terkait kelebihan media online dibanding media televisi, radio, maupun cetak. Dalam kesempatan itu, Sekjen Aji Indonesia Suwarjono memberi paparan lanskap internet di Indonesia. Dimana pengguna internet di Indonesia sebanyak 55 juta orang atau sekitar 22 persen dari total jumlah penduduk Indonesia sebanyak 260 juta jiwa.

“Tujuan training ini adalah untuk mendorong perkembangan dan penguatan media online di Indonesia khususnya terkait content dan etika pemberitaan,” papar Suwarjono.

Ia menambahkan, latar belakang training new media ini karena banyaknya pelanggaran kode etik yang bermunculan mulai soal tidak berimbang berita, tidak menyembunyikan identitas korban kejahatan susila, dan tindakan penghapusan berita tanpa penjelasan. Dewan pers juga menerima laporan persoalan etika jurnalistik di media online lebih banyak daripada media eletronik lainnya.

Dalam kesempatan itu, peserta juga mendapatkan materi kekuatan media online dari Pemred merdeka.com Didik Supriyanto. Menurutnya, media online memiliki jangkauan tak terbatas, dokumentasi bisa dilakukan kapan pun, praktis tinggal membawa gadget, dimensi ruang dan waktu tak terbatas, dan berita cepat tayang

“Kita bisa menyajikan berita di tengah peristiwa sedang berlangsung. Dan orang lain langsung bisa mendapatkan informasi itu,” katanya.

Setelah mendapat materi media online, peserta diajak membuat media online secara berkelompok. Kegiatan ini supaya peserta bisa mengaplikasikan langsung pengetahuan yang baru didapatkannya. Peserta mencari sendiri nama media, merencanakan, lalu mendiskusikan dengan kelompok lain.

Diakhir sesi training, peserta diajari Redaktur Sindo Weekly Asep Saefullah memperbaiki konten dan tampilan . Setelah mendapat blog itu, mereka belajar content management system (CMS). CMS  terdiri dari anatomi, memodifikasi, serta mengupload content.

Sumber: Surya Online