Diskusi jurnalisme investigasi di AJI Mataram, 6 Desember 2017.

#Jurnalisme Investigasi #Mataram #Nusa Tenggara Barat #Kasus korupsi

AJI Mataram Diskusi Soal Tantangan Peliputan Investigasi

Diskusi jurnalisme investigasi di AJI Mataram, 6 Desember 2017.


Mataram - Sudah menjadi tradisi AJI Mataram untuk 'menculik' narasumber yang kebetulan tengah berada di Mataram, untuk didaulat menjadi nara sumber ngAJI Jurnalistik. Kali ini sasarannya jatuh pada Agung Wijaya, jurnalis Tempo.

Bertempat di sekretariat AJI Mataram, Rabu (06/12/17) sejumlah jurnalis dari media lokal di Mataram, pers mahasiswa, dan jurnalisme warga terlibat dalam diskusi yang mengupas tema Jurnalisme Investigasi dan Tantangannya.

Agung Wijaya mengatakan, liputan investigasi memang memiliki sejumlah tantangan, mulai dari  persoalan waktu dan persoalan biaya. Salah satu siasat untuk mengatasi berbagai kendala melakukan investigasi adalah dengan membangun kolaborasi antar media lokal di daerah. 

Kolaborasi liputan investigasi, menurut Agung, akan meringankan beban kerja, sekaligus akan membuat isu yang diangkat menjadi lebih kuat dampaknya, terutama untuk hal hal yang terkait kepentingan publik. "Ini bisa dilakukan di daerah. AJI bisa mengawali dengan membangun kolaborasi lintas media di daerah, melibatkan pers mahasiswa dan jurnalis warga," kata Agung.

Menurut Agung, meskipun hal itu tak mudah dilakukan, tapi harus ada upaya mencobanya, dan tentu saja masing masing media yang terlibat harus memiliki komitmen bersama agar proyek investigasi bisa berjalan dengan baik. Hasilnya diharapkan bisa mengubah kebijakan yang itu akan bermanfaat untuk kepentingan publik.

Abdul Latif Apriaman, anggota Majelis Etik AJI Mataram menilai investigasi bersama, apalagi lintas media, bisa menjawab tertutupnya kran informasi yang selama ini sulit ditembus. "Misalnya kasus TKI harus menjadi perhatian bersama, bisa menjadi bahan  liputan investigasi keroyokan kawan-kawan media di NTB," kata Latif.

Peserta diskusi banyak yang menyampaikan kesulitan mereka melakukan peliputan investigasi dalam mengangkat kasus kasus lingkungan dan korupsi. Mereka juga berharap investigasi bersama Tempo bisa mengangkat kasus-kasus tersebut.

Agung menekankan kembali bahwa jurnalis yang ingin terlibat dalam liputan investigasi harus siap secara mental, karena akan banyak tantangan dan kendalanya. "Itu biasa. Selama kita yakin dan percaya bahwa yang kita lakukan ini untuk kepentingan banyak orang, maka segala kendala akan terasa ringan," katanya. (Pikong)