Jurnalis di Medan Ikuti Google News Initiative Training Network

Trainer dan Peserta Google News Initiative Training Journalist Medan


MEDAN - Sebanyak 23 jurnalis dari berbagai media di Medan mengikuti rangkaian kegiatan Google News Initiative Training Network yang digelar oleh AJI Indonesia bekerja sama dengan AJI Medan, Google News Initiative, dan Internews di Hotel Grand Darussalam, 7-8 April 2018.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diisi dengan berbagai materi tentang pengenalan berita hoaks, perbedaan mis dan dis informasi, serta pengenalan perangkat di internet guna mengantisipasi dan mengetahui kebenaran berita yang beredar di dunia maya. Selama pelatihan para peserta dilatih oleh dua mentor tersertifikasi Google Deni Yudiawan dan Aribowo Sasmito.

Deni Yudiawan, pemateri yang juga berprofesi sebagai jurnalis Pikiran Rakyat, Bandung menjelaskan, jurnalis di Medan harus mulai mengantisipasi semakin maraknya penyebaran berita hoaks. Mengingat, kota Medan juga menjadi salah satu penyelenggara pilkada dalam waktu dekat yang diperkirakan akan bermunculan berita-berita hoaks dalam bentuk kampanye hitam.

"Pelatihan ini digelar agar para jurnalis bisa memaksimalkan tools yang tersedia di internet untuk memperoleh data yang akurat. Ada banyak tools di internet yang bisa kita gunakan untuk mengurangi dampak buruk hoaks di masyarakat," ujar Deni.

Aribowo Sasmito, pemateri sekaligus Co-Founder and Head of Fact Checker, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) menambahkan, saat ini hoaks bisa muncul dalam berbagai bentuk. Selain foto dan video, hoaks juga bisa muncul dalam bentuk berita.

"Usaha-usaha untuk melakukan fact checking harusnya dilakukan sebaik mungkin oleh jurnalis. Jangan sampai jurnalis ikut terjebak dalam hoaks, sebab verifikasi adalah hal utama yang harus dilakukan saat melakukan kerja jurnalistik," tambah Aribowo.

Sebelumnya, selain rangkaian pelatihan selama dua hari tersebut, digelar pula seminar bertajuk "Hoax Busting and Digital Hygiene" di Universitas Sumatera Utara, Kamis, 6 April 2018. Peserta dalam seminar ini terdiri dari kalangan umum, mahasiswa, serta jurnalis. Para peserta dilatih juga untuk menghadapi maraknya berita bohong atau hoaks yang kini banyak beredar di masyarakat.