Seberapa penting isu HAM diangkat dalam Pemilu 2019?

#Pemilu HAM

Jurnalis Peliput Pemilu di Medan Harus Berperspektif Keragaman dan HAM

Dok. AJI Indonesia


MEDAN-Sebanyak 20 jurnalis menjadi peserta Workshop Jurnalistik Mengawal Pemilihan Umum
Berperspektif Keragaman dan Hak Azasi Manusia selama dua hari (30-31/3/2019) di Medan dalam acara
yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan AJI Medan.

Workshop ini menghadirkan narasumber Ketua Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM),
Ahmad Taufan Damanik. Dalam pemaparannya, Taufan mengatakan, para jurnalis perlu menajamkan
sensitifitas terhadap aspek keragaman dan HAM dalam penyelenggaran Pemilu.

Pihaknya mencatat bahwa hingga kini permasalahan lama masih terjadi. Misalnya, masih banyak warga
yang belum didaftarkan sebagai pemilih. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), masalah itu masih terjadi
di mana mayoritas warga di lapas masih kesulitan memperoleh haknya sebagai warga negara dalam
konteks memilih saat pemilu.

"Kita sudah sampaikan rekomendasi ke KPU nasional dan provinsi sehingga ada perubahan teknis
sehingga hak-hak mereka bisa diberikan," katanya.

Begitu halnya dengan masyarakat penyandang disabilitas. Taufan memperkirakan akan mengalami
kesulitan karena keterbatasan fisik maupun akses ke tempat penmungutan suara (TPS) yang tidak
diperhatikan. Menurutnya KPU harus mengubah aturan atau teknis untuk menjemput bola dengan
mendata yang belum terdata serta menerima laporan dari banyakkomooditas pihak dan segera
melakukan perubahan.

Ketua AJI Medan Liston Damanik mengatakan, workshop yang digelar atas kerjasama dengan Internews
dan Kedutaan Belanda ini sebelumnya telah digelar di Jakarta, Solo, Makassar, dan rencananya akan
digelar juga di Papua.

Liston mengatakan, pemberitaan terkait Pemilu cenderung lebih banyak mengupas tentang kontestan
Pemilu. Padahal yang tak kalah penting adalah pendidikan politik melalui pemberitaan sehingga warga
negara dapat menimbang janji-janji politik dan program para kontestan. (*)