Peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan santunan tidak mampu bekerja jika terjadi kecelakaan dan mendapatkan jaminan pensiun ketika masa kerja usai.

#SJSN

Ajak Masyarakat Sadar Jaminan Sosial

Dok. AJI Indonesia


BOJONEGORO - Informasi tentang jaminan sosial belum banyak diketahui masyakarat umum. Adanya Diskusi Publik dengan tema Menuju Jaminan Kesehatan Semesta di Hotel GDK Bojonegoro Selasa (23/4) disambut antusias. Kegiatan yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), FES, dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). 

Ketua AJi Bojonegoro Amrullah Ali Moebin mengatakan kegiatan ini sebagai semangat reformasi sistem jaminan sosial di Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Dia mengatakan adanya undang-undang itu telah membawa babak baru dalam penyelenggaraan jaminan sosial di Indonesia. 

Amrullah menjelaskan SJSN adalah program Negara yang bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

"Melalui program ini, setiap penduduk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hidup dasar yang layak apabila terjadi hal-hal yang dapat mengakibatkan hilangnya atau berkurangnya pendapatan, karena menderita sakit, mengalami kecelakaan, kehilangan pekerjaan, memasuki usia lanjut, atau pensiun," kata dia. 

Kegiatan ini membahas Capaian dan tantangan jaminan kesehatan di kabupaten Bojonegoro ini diawali dengan pemutaran film “Enam Penjuru”, yakni sebuah film yang berkaitan dengan Kebijakan Program Jaminan Sosial Nasional. Film ini menggambarkan perjuangan petugas kesehatan dalam mensosialisasikan pentingnya mengikuti BPJS kesehatan.

Dalam kegiatan ini dihadiri perwakilan FES Indonesia, anggota DJSN Ahmad Ansyori & Rudy Prayitno, Dany Setiawan, Kepala Bidang Kepesertaan & Pelayanan Peserta, BPJS Kesehatan KC Bojonegoro. 

Afnan Subagio, Videografer Kediri & Aris Andriyanto, Videografer Banyumas. Timbul Siregar, Koordinator Advokasi BPJS Watch.AW Saiful Huda Direktur Bojonegoro Institute.

Sementara itu, Dany Setiawan, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan wilayah Bojonegoro-Tuban, saat ini sudah ada aplikasi Kartu Indonesia Sehat (KIS) digital yaitu JKN MOBILE. 
Hal ini memudahkan akses kesehatan masyarakat cukup melalui Handphone.

“Saat ini berkembang pesat teknologi Android dan IOS, untuk itu kita manfaatkan guna kemudahan KIS yang bisa diakses cukup melalui aplikasi JKN Mobile dalam telepon genggam,” katanya.

Dany  juga berharap masyarakat segera menyampaikan keluhan terkait kinerja pelayanan dari rumah sakit apabila ada bentuk pembedaan atau pelanggaran pelayanan penanganan kepada pasien. Pada tahun 2018, ada dua RS di Bojonegoro yang diputus kontrak kerjasama dengan BPJS karena terbukti melakukan pelanggaran kepada pasien.

“Silakan jika ada bentuk pelanggaran pelayanan segera melapor kepada kami untuk ditindaklanjuti,” terangnya.

Sementara itu, Timboel Siregar selaku Koordinator Advokasi BPJS Watch menjelaskan sistem BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan berbeda dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. Peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan santunan tidak mampu bekerja jika terjadi kecelakaan dan mendapatkan jaminan pensiun ketika masa kerja usai.

“BPJS menjadi hak semua peserta dan tidak ada perbedaan pelayanan dari rakyat maupun pejabat,” tegasnya. (*)