Pengurus AJI Jember. Foto Majalah Gempur

AJI Jember Pertanyakan Jurnalis Jadi Pelaksana Program Kesehatan

Pengurus AJI Jember. Foto Majalah Gempur


Senin, 30 Januari 2018, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jember menerima laporan dari Zumrotun Solichah (Zika) yang merupakan anggota AJI Jember. Zika melaporkan soal namanya yang masuk sebagai Pemerhati Tim Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di Dinas Kesehatan.
Dalam keterangan yang diterima AJI Jember, nama Zika tertera sebagai pelaksana program yang akan menerima honor dari Dinas Kesehatan sebesar Rp 2.000.000,- dipotong pajak. Padahal, Zika mengaku tak pernah dihubungi untuk terlibat dalam program apapun di Dinas Kesehatan. Ia juga tak pernah melakukan kegiatan seperti yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan.
Dalam kronologis yang disampaikan oleh Zika, program yang melibatkan dirinya sebagai pemerhati itu sudah tuntas dilaksanakan pada 2017 lalu. Namun pemberian honor baru dilakukan pada awal 2018 karena menurut Lilik, yang merupakan pejabat di Dinas Kesehatan, ia kesulitan mendapatkan nomor telepon sejumlah jurnalis yang masuk dalam daftar penerima honorarium.
Ketua AJI Jember Friska Kalia menilai ada kejanggalan dalam program yang melibatkan Zika yang notabene seorang jurnalis. Pelibatan jurnalis sebagai pelaksana program seperti yang dilakukan Dinas Kesehatan Jember bisa jadi merupakan gaya suap baru terhadap profesi jurnalis. Menurut Friska, Dinas Kesehatan harus menghentikan segala pemberian kepada jurnalis yang berpotensi mempengaruhi independensi. Kode Etik Jurnalistik menegaskan bahwa “Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap”. Dalam penjelasan pasal itu dikatakan, suap ini berarti uang, benda atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi independensi.
Selain masuk katagori suap, melibatkan jurnalis sebagai pelaksana program yang tak sesuai dengan standar kompetensi dan keahlian akan mencederai independensi, profesionalitasnya, dan integritasnya sebagai jurnalis.
Untuk itu, AJI Jember meminta :
1. Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mengklarifikasi terkait masuknya nama Zumrotun Solichah sebagai Pemerhati Tim P3K di Dinas Kesehatan.
2. Meminta Kepada Dinas Kesehatan untuk tidak melibatkan jurnalis dalam program apapun yang tak sesuai tugas dan fungsi jurnalis yang diatur dalam UU Pers No 40 tahun 1999
3. Meminta kepada seluruh Jurnalis yang berada di wilayah kerja AJI Jember untuk menjunjung tinggi dan patuh pada Kode Etik Jurnalistik serta bersikap profesional dengan menolak suap dalam bentuk apapun dan dari siapapun.

Jember, 6 Februari 2018
Ketua AJI Jember, Friska Kalia 
Sekretaris, Mahrus Sholih