Ketua AJI Palembang Ibrahim Arsyad. Foto: Dokumentasi AJI

#AJI Palembang #kekerasan terhadap jurnalis #intimidasi #Ambon

AJI Palembang Kecam Calon Gubernur yang Intimidasi Jurnalis Ambon

Ketua AJI Palembang Ibrahim Arsyad. Foto: Dokumentasi AJI


Kekerasan terhadap jurnalis disertai upaya mengintimidasi kerja jurnalistik kembali terjadi. Kali ini dilakukan calon petahana Gubernur Maluku, Said Assagaff, dan timnya terhadap jurnalis Abdul Karim dan Sam Usman Hatuina (Jurnalis Rakyat Maluku) dan sejumlah jurnalis lainnya di Ambon, Provinsi Maluku, Kamis (29/3) lalu.

Berdasarkan kronologi yang disusun Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Ambon, saat itu di sebuah kedai kopi, Said Assagaff duduk bersama Sekda dan para kepala dinas. Melihat Sekda, Kepala Dinas PU, dan Kepala Dinas Pendidikan, duduk bersama calon petahana beserta pengurus parpol pendukung, para jurnalis terpantik untuk mengungkap fakta tersebut.

Jurnalis Sam Usman Hatuina memotret momen itu dengan kamera ponsel. Sang calon petahana sontak marah dan memerintahkan penghapusan foto tersebut. Husen Marasabessy, staf ahli III Gubernur Maluku, memerintahkan Sam juga menghapus foto tersebut.

Tak cukup aksi itu, beberapa orang lain menghampiri Sam dan merampas ponsel serta mengintimidasi. Jurnalis lain yang berupaya menanyakan aksi pendukung calon petahana itu juga mendapatkan kekerasan. Abdul Karim, jurnalis dan Ketua AJI Ambon, ditampar seorang anggota tim sukses.

Upaya menghalangi aktivitas jurnalistik disertai dengan intimidasi dan kekerasan bertentangan dengan Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang No 40/1999 tentang Pers. Dalam Undang Undang Pers disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Kejadian serupa tidak bisa dibiarkan, apalagi pada dua tahun terakhir, Indonesia akan menjalani tahun politik, pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. 

Karena itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Menyatakan solidaritas atas kekerasan dan intimidasi yang dialami oleh kawan-kawan jurnalis di Ambon.
2. Mengecam tindakan yang dilakukan Cagub Maluku Said Assegaf dan tim suksesnya terhadap dua jurnalis di Ambon.
3. Mendesak pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti kasus kekerasan dan penghalangan tugas jurnalistik di Ambon berdasarkan Undang-Undang Pers dan meminta Pengawas Pemilu untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap calon kepala daerah.
4. Mengingatkan kepada semua pihak, termasuk seluruh calon kepala daerah, tim sukses, dan awak partai politik di semua daerah, memahami Undang-Undang Pers, serta mematuhi seluruh peraturan yang berlaku dalam pemilihan umum.

Palembang, 1 April 2018

Ketua AJI Palembang 
Ibrahim Arsyad (081272264253)

Divisi Advokasi AJI Palembang
Tasmalinda (085367019676)