Profesionalisme Jurnalis Menghadapi Hoax

SURABAYA – Mengawali pelaksanaan Uji Kompetensi Jurnalis yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Surabaya, 12-13 Mei 2018, AJI Kota Surabaya menggelar workshop bertajuk Etik dan Profesionalisme Jurnalis : Profesionalisme Jurnalis Menghadapi Hoax, Jumat (11/5/2018).

 

Agenda yang berlangsung di Hotel Ayola La Lisa Surabaya ini mendatangkan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Badan Penguji UKJ AJI, Budi Santoso. Selain itu, workshop yang didukung oleh Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia ini juga dihadiri oleh Chris Barnes, Konsulat Jenderal Australia di Surabaya.

 

Ketua AJI Kota Surabaya, Miftah Faridl mengatakan, tema terkait profesionalisme jurnalis dan hoax sangat relevan untuk diangkat dalam kondisi jurnalisme kekinian yang senantiasa berhadapan dengan informasi-informasi simpang siur dari berbagai media, khususnya media sosial. Tak jarang, media massa dan jurnalisnya terjebak pada informasi yang tidak jelas itu.

 

Dalam kondisi “banjir informasi”, jurnalis dituntut tetap mengedepankan etika dan profesionalisme serta diharapkan terus memberikan informasi yang akurat bagi masyarakat. Tantangan ini muncul karena perkembangan industri media masa kini kerap membuat jurnalis dan media mengabaikan etika dan profesionalisme demi kepentingan ekonomi dan politik masing-masing.

 

Dampaknya, masyarakat yang seharusnya berhak mendapatkan informasi yang berimbang dan akurat, justru mendapatkan informasi yang sesat. “Workshop ini menjadi semacam pengantar bagi pelaksanaan Uji kompetensi jurnalis yang akan berlangsung dua hari berturut-turut mulai besok (12/5/2018). Saya berharap, kita meneguhkan diri lagi untuk berkomitmen memberikan informasi-informasi yang akura t kepada masyarakat,” ujar Miftah Faridl.

 

Dua nara sumber, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dan Badan Penguji UKJ AJI, Budi Santoso memaparkan bagaimana operasional sekaligus bahaya hoax. Tahun politik menjadi lading potensial bagi berkembangnya hoax. Karena itulah, Dewan Pers menekankan pentingnya komitmen perusahan media dan jurnalis untuk melawan hoax dengan cara profesional sesuai prinsip-prinsip jurnalistik. Prinsip-prinsip ini wajib dipegang oleh semua media dan jurnalis dari semua platform.

 

Jurnalis CNN Indonesia ini menambahkan, AJI Indonesia memiliki komitmen untuk meningkatkan kemampuan para anggotanya dalam mengolah informasi yang berseliweran di masyarakat. Sebagai bukti, sebelum ini AJI menggelar workshop di berbagai kota dengan menggandeng Google News Initiative yang tujuannya adalah melatih para jurnalis dan mahasiswa agar dapat mengidentifikasi berita-berita hoax.

 

Sekali lagi, perang melawan hoax bukan cuma soal deklrasi yang seremonial. Deklrasi itu harus disertai dengan strategi dan tools yang tepat untuk memgidentifikasi hoax berserta ragamnya. Pun tidak cukup sampai di situ. Perang melawan hoax juga membutuhkan komitmen kuat. Mulai dari jurnalis di lapangan, sampai ruang redaksi. Tanpa komitmen itu, mustahil perang melawan hoax bisa leastari.

 

Surabaya, 11 Mei 2018